![]() |
|
Pak Pede sedang merawat kebun sayur
kacang panjang milik KSM SPA
|
Tampilkan postingan dengan label KSM SILING PANCOR AJI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KSM SILING PANCOR AJI. Tampilkan semua postingan
Kebun Sayur SPA
Ketua KSM SPA yang sabar
![]() |
| Ketua KSM Siling Pancor Aji (Giet) |
Matius Mungkin demikian nama lengkap seorang bapak tiga orang anak ini, ketika dikunjungi fasilitator CKK dikediamannya ini, membagikan pengalaman hidupnya dalam berkarya demi sesama tanpa pamrih. Suami tercinta Yuliana Cocong ini sejak th.2005 dipilih umat menjadi ketua umat sampai sekarang, sejumlah pengalaman memimpin umat beliau alami baik pahit dan manis dan dijalaninya dengan penuh sabar selama delapan tahun terakhir. Salah satu tantangan terbesar dalam penghidupannya adalah bagaimana dan apa upaya yang terbaik pelayanan yang “pak Yuyut” ini bisa berikan pada keluarganya sampai pada sesamanya melalui setiap amanah yang ia embani. Berkat dukungan keluarga terutama istri selalu mendorong dirinya untuk selalu ingat menjadi pribadi yang baik dan berbuat semampunya berbagi kasih dan melayani kepada orang lain. Sejak Juni 2013 KSM SPA mengalami stagnan dalam roda organisasinya, hingga harus ada keputusan sikap dari organisasi masyarakat ini. Saat itu pula sang ketua umat ini mendapat kepercayaan serta mandat penuh dari anggota untuk menjadi ketua KSM SPA menggantikan saudara Sudar yang telah mengundurkan diri. Putra asli Giet ini ketika ditanya apa alasan mau menjadi ketua; “merasa yakin program Caritas Keuskupan Ketapang ini memiliki nilai pelayanan yang perlu diperjuangkan.” (AP)
KSM SPA berkunjung ke KSM Uncak Kontok
![]() |
| Diskusi antar KSM UK dan SPA |
Kegiatan ini adalah inisiatif dari Kelompok Swadaya Masyarakat Siling Pancor Aji, yang ingin mengetahui dan mempelajari kesuksesan yang dimiliki oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Uncak Kontok. Dalam kegiatan ini kedua KSM saling menggali kisah sukses melalui diskusi yang hangat dan interaktif (10 April 2013). Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya di lahan bersama Kelompok Swadaya Masayarakat Uncak Kontok. Anggota kedua KSM terlihat sangat senang dengan kegiatan seperti ini. (JKP)
KSM Siling Pancor Aji dapat vitamin ternak
![]() |
| Proses penyuntikan vitamin ternak |
Berkat Penyuluhan Peternakan lalu (oleh Pak Rohani), pada tanggal 22 Maret 2013 Balai Pertanian & Peternakan Kecamatan Simpang Hulu memberikan cuma-cuma vitamin ternak untuk diberikan kepada anggota KSM Siling Pancor Aji dan Pateh Banggi. Peristiwa ini menjadi tontonan yang menyenangkan bagi para anggota, di saat Fasilitator menunjukkan cara pemberian vitamin pada ternak babi. JKP
KSM SPA siap untuk berkebun sayur
![]() |
| Pembuatan bedeng sayur KSM SPA |
berturut-turut (25-27 Maret 2013) anggota Kelompok Swadaya Masyarakat Siling Pancor Aji (KSM SPA) membuat bedengan sayur di lahan bersama. Tiap gawangan diisi dengan tiga bedeng. Anggota dibagi tugasnya; ada yang mencangkul menggemburkan tanah, mencabut rumput, dan membersihkan bedeng. Diperkirakan sekitar 72 bedeng yang akan ditanami sayuran. (JKP)
Bukan Pekerjaan Gampang
Berhasil atau tidak, semua tergantung niat serius dari masyarakat yang tentunya harus diikuti dengan aksi nyata. Memang, saat ini baik di Sei Bansi maupun di Giet sudah terbentuk draft Peraturan Dusun tentang penertiban ternak untuk mulai diberlakukan pada bulan April 2013 ini. Namun di dalam prosesnya nanti tidaklah gampang, karena masyarakat akan belajar melatih diri menghadapi beberapa kesulitan, baik dalam memelihara ternak dengan cara yang baik, maupun kesulitan dalam masalah sosial yang dikarenakan adanya unsur-unsur lain yang menghambat.
Pada penerapannya nanti, tentunya ada 2 kemungkinan; yaitu berhasil atau gagal. Terlepas dari bagaimana hasilnya nanti, melalui proses ini setidaknya masyarakat akan bisa bersama-sama “menyadari” kelemahan maupun kekuatan diri dalam menghadapi masalah. Kesadaran inilah yang pada akhirnya dapat menuntun kita untuk melakukan perbaikan menuju perubahan yang lebih baik. Apapun itu, keputusan terbaik ada pada masyarakat. JKP
Advokasi penyuluhan pertanian dan peternakkan
![]() | |
| Fasilitator memastikan jadwal penyuluhan |
Suatu kesuksesan besar bagi Caritas Keuskupan Ketapang, kemitraan dengan Balai Pertanian dan Peternakan Kecamatan Simpang Hulu ternyata akan berlanjut ke arah yang lebih baik, khususnya bagi 2 KSM dampingan CKK yaitu KSM Pateh Banggi dan KSM Siling Pancor Aji.
Awalnya pada saat lokakarya kemitraan antara CKK dan BPP 26 Januari 2013 lalu, MoU hanya sebatas pemenuhan kebutuhan fasilitasi penyuluhan peternakan di 4 daerah dampingan; yaitu Giet dan Sei Bansi di desa Merawa, serta Kontok dan Jangat di desa Kualan Hulu. Pada saat itu, ada dorongan dari kepala BPP, Bpk. Tomen, A.Md, kepada KSM Pateh Banggi di Sei Bansi untuk mengajukan proposal cetak sawah bagi masyarakat, yang kemudian ditanggapi secara serius oleh KSM PB.
Berselang 6 minggu kemudian, setelah fasilitator CKK (Petrus Apin dan Jelly Karel Peyoh) beberapa kali mendatangi kantor BPP untuk berkonsultasi mengenai kegiatan penyuluhan, ternyata dukungan telah berkembang menjadi kegiatan yang bersifat kontinyu di mana pihak BPP akan memberikan fasilitasi penyuluhan rutin untuk daerah Giet dan Sei Bansi.
Pasalnya, Bpk. Tomen sangat yakin bahwa daerah Merawa melalui Sei Bansi dan Giet merupakan daerah potensial dalam hal pertanian, ditambah lagi dengan akan dilaksanakannya cetak sawah di Sei Bansi yang sudah tentu harus dibarengi dengan penyuluhan pertanian. “di tahun 2013-2014 ini kami akan melanjutkan program lebih ke daerah pedalaman, ujar pak Tomen; untuk penyuluhan pertanian rutin kita akan coba dulu untuk Giet dan Sei Bansi”.
Hal ini diharapkan menjadi angin segar bagi kedua KSM dalam berlomba mengembangkan pertanian di daerah masing-masing. Mudah-mudahan melalui langkah kecil ini, ke depannya akan membawa suatu pengaruh baik dalam siklus pertanian lokal yang ada di dusun Giet dan Sei Bansi. (JKP)
Awalnya pada saat lokakarya kemitraan antara CKK dan BPP 26 Januari 2013 lalu, MoU hanya sebatas pemenuhan kebutuhan fasilitasi penyuluhan peternakan di 4 daerah dampingan; yaitu Giet dan Sei Bansi di desa Merawa, serta Kontok dan Jangat di desa Kualan Hulu. Pada saat itu, ada dorongan dari kepala BPP, Bpk. Tomen, A.Md, kepada KSM Pateh Banggi di Sei Bansi untuk mengajukan proposal cetak sawah bagi masyarakat, yang kemudian ditanggapi secara serius oleh KSM PB.
Berselang 6 minggu kemudian, setelah fasilitator CKK (Petrus Apin dan Jelly Karel Peyoh) beberapa kali mendatangi kantor BPP untuk berkonsultasi mengenai kegiatan penyuluhan, ternyata dukungan telah berkembang menjadi kegiatan yang bersifat kontinyu di mana pihak BPP akan memberikan fasilitasi penyuluhan rutin untuk daerah Giet dan Sei Bansi.
Pasalnya, Bpk. Tomen sangat yakin bahwa daerah Merawa melalui Sei Bansi dan Giet merupakan daerah potensial dalam hal pertanian, ditambah lagi dengan akan dilaksanakannya cetak sawah di Sei Bansi yang sudah tentu harus dibarengi dengan penyuluhan pertanian. “di tahun 2013-2014 ini kami akan melanjutkan program lebih ke daerah pedalaman, ujar pak Tomen; untuk penyuluhan pertanian rutin kita akan coba dulu untuk Giet dan Sei Bansi”.
Hal ini diharapkan menjadi angin segar bagi kedua KSM dalam berlomba mengembangkan pertanian di daerah masing-masing. Mudah-mudahan melalui langkah kecil ini, ke depannya akan membawa suatu pengaruh baik dalam siklus pertanian lokal yang ada di dusun Giet dan Sei Bansi. (JKP)
Seluncuran di riam kek Baong
![]() |
| Asyik berseluncuran |
Lelah seharian menjalani Sekolah Lapangan Pupuk Kompos, Buat Bedeng, dan Penanaman Kecambah, kamipun beristirahat sambil menikmati sejuknya riam Kek Kabong, salah satu contoh potensi alam luar biasa yang terletak dekat perkampungan Giet. Terlihat senang sekali teman-teman dari KSM Siling Pancor Aji ini, bahkan ada beberapa orang yang memanfaatkan derasnya air untuk main seluncuran di bebatuan yang licin. JKP
Musuh bagi manusia, tetapi sahabat bagi tumbuhan
![]() |
| Bahan-bahan pembuatan pupuk organik |
Kesal rasanya bila kaki kita tak sengaja terinjak ke benda yang satu ini. Kotor, bau, dan bisa mengakibatkan timbulnya penyakit. Tapi, benda ini ibarat makanan lezat dan bisa sangat menyuburkan bagi tanaman perkebunan dan sayuran.
Kotoran hewan bisa sangat berguna apabila sudah menjadi pupuk kandang / kompos, tinggal diproses sedikit. Caranya, dengan dicampur dedaunan basah dan kering, ditambah dengan air, larutan EM-4 dan larutan gula. Silahkan mencoba..!! (Panduan : Materi Sekolah Lapangan Pupuk Kompos), JKP
Lebih kurus supaya berlari lebih kencang
![]() |
| Suasana kegiatan KSM SPA |
Bermula 7 Januari 2013 saat FO tiba di Giet Pukul 14.00, rencana awal ingin memulai Sekolah Lapangan Pupuk Kompos ternyata gagal karena lahan bersama yang seharusnya sudah siap ternyata belum dibuka..!! Saat itu ada pantang kampung yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Oleh karena itu diadakanlah pertemuan lanjutan setelah pantang kampung berakhir pada tanggal 15 Januari 2013. FO menyerahkan Spanduk Hidup Hemat kepada KSM Siling Pancor Aji untuk segera dipampang di Giet, dan menyerukan agar para pengurus KSM dapat mengorganisir anggota untuk menyiapkan lahan bersama agar Sekolah Lapangan dapat dilaksanakan.
19 Januari FO kembali mendatangi Giet, ternyata tetap tidak terjadi apa-apa terhadap Lahan Bersama, bahkan spanduk masih terlipat rapi di lantai ruang tengah rumah Ketua KSM. Ketua (Sudarsono) dan Sekretaris (Rizal Bakri) telah mengabaikan tugas dalam mengkoordinir anggota dan pembuatan proposal. Menyadari ada masalah serius dalam tubuh Pengurus KSM Siling Pancor Aji, FO pun mengumpulkan pengurus. Diketahui kemudian bahwa perpecahan dalam kepengurusan disebabkan adanya provokasi dari Luar Giet yang menyebabkan Ketua dan Sekretaris mengundurkan diri.
FO pun kembali berinisiatif untuk menyelamatkan KSM ini dengan sekali lagi mengumpulkan sisa pengurus dan anggota yang masih sanggup diakomodir, dalam Rapat Luar Biasa dengan tujuan penyegaran kepengurusan dan perampingan keanggotaan. Di dalam rapat tersebut FO berkata “Organisasi yang baik tidak diukur dari banyaknya jumlah anggota, namun dari kualitas kerjanya. Selama masih ada beberapa orang yang serius dengan cita-cita organisasi, maka KSM Siling Pancor Aji tidak akan bubar. KSM SPA mungkin terlalu gemuk, sehingga untuk berjalan saja kesulitan. Untuk itu KSM harus dijadikan lebih kurus supaya bisa berlari kencang”. Pertemuan tersebut menghasilkan KSM yang lebih ramping dengan 15 anggota, 3 orang pengurus yang tersisa pun digeser posisinya; Matius Mungkin (Ketua), Socen (Sekretaris), dan Milen (Bendahara). Strategi baru pun diatur, untuk menghemat waktu kerja; penanaman bibit entrys, batang bawah, dan kebun sayur digabungkan ke satu lahan.
Anggota KSM pun menjadi lebih bergairah bekerja saat tanggal 25 Januari FO membawa stum karet unggul PB-260 untuk entrys. Sejak hari itu, FO terus menggenjot KSM dengan aktif mengajak anggota bekerja di lahan bersama pada siang hari, dan berbagi cerita dengan pengurus dan anggota pada malam hari. Menggerakkan anggota sangatlah tidak mudah. Seringkali FO bersama Ketua baru berkeliling mengajak anggota untuk bekerja, namun tetap saja sulit karena di bulan Februari – Maret adalah musim panen padi (sebagian besar masyarakat Giet sibuk memanen padi). Sempat tercatat dalam 2 kali kegiatan hanya 3 orang saja yang hadir, itupun sudah termasuk FO. Hal ini tidak lantas menyurutkan semangat, justru kegiatan tetap berjalan.
FO terus mendampingi dan ikut serta bekerja dalam kegiatan gotong royong di lahan bersama pada bulan Januari 2013 tanggal 27, 28, 29, 31 Jan, dan pada bulan Februari tanggal 2, 3, 5, 7, 9, 10, 11, 12. Setelah 3 hari beristirahat di rumah, FO kurang enak badan, namun karena pekerjaan yang belum tuntas tanggal 16 memutuskan kembali ke komunitas, dan 17 sore pulang karena kembali sakit akibat agak memaksakan diri bekerja di bawah hujan.
Di bulan Februari 2013 FO sempat 2 kali mengajak pengurus SPA berkunjung ke Sei Bansi untuk melihat dan mempelajari sejauh mana hasil kerja di lahan bersama KSM Pateh Banggi.
Hari demi hari bibit entrys tumbuh semakin subur dan membuat beberapa anggota yang serius semakin bersemangat. Hingga awal Maret 2013 anggota KSM SPA terus menciut hingga 11 orang, dan masuknya suami dari salah seorang anggota, yaitu Bpk Pede sebagai Wakil Ketua. Kendati jumlah menciut, kinerja anggota yang aktif semakin jelas terlihat hari demi hari.
Diperkirakan musim panen masih terus berlanjut hingga minggu kedua Maret. Namun berkat kerja keras anggota kelompok, KSM SPA sudah mampu mengejar ketertinggalannya dari KSM PB dalam hasil kerja dan praktek Sekolah Lapangan. FO cukup puas dengan hasil ini.
Beberapa hal untuk dibagikan:
Jadi pelaku dan jangan hanya menunggu
Untuk bisa mendengarkan keluhan, kita harus memiliki waktu yang cukup berada di komunitas.
Semangat dan rasa kebersamaan dalam bekerja harus selalu ditumbuhkan. Salah satu cara yang dapat dicoba ialah dengan mengawali setiap kegiatan dengan doa bersama.
Jangan sebut diri kita “Fasilitator” kalau tidak mau mengembangkan diri. Seorang Fasilitator sebaiknya tidak hanya memfasilitasi saja, namun mampu menjadi organisator, motivator, generator, dan inspirator yang “memberikan contoh” bagi orang lain.
Koordinasi tim. (JKP)
Lika-Liku Hidup Berorganisasi
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pak Mungkin (ketua KSM SPA yang baru) |
Mewujudkan cita-cita bersama tidaklah mudah. Dalam berproses, seringkali muncul berbagai masalah yang membuat semangat anggota tak segairah awalnya. Di saat kinerja pengurus menurun dan tidak lagi sanggup bekerja, di saat tiap pribadi hanya memikirkan diri sendiri, sebuah aksi nyata perlu dilakukan untuk menyelamatkan organisasi. Inilah yang dilakukan seorang Field Officer Caritas Keuskupan Ketapang (FO CKK)/Fasilitator Lapangan, atas keprihatinan terhadap salah satu Kelompok Swadaya Masyarakat di komunitas dampingan yang di ambang kebubaran, dan rencana kerjapun terbengkalai akibat pengurus yang tidak lagi konsisten dalam memegang komitmen bersama. Dengan merangkul tokoh masyarakat dan adat serta beberapa rekan di komunitas, akhirnya para anggota dan sisa pengurus pun dapat dikumpulkan dalam sebuah rapat luar biasa yang beragendakan penyegaran kembali pengurus dan anggota, pada hari Rabu, 23 Januari lalu. Dalam rapat tersebut seluruh pengurus dan anggota ditanyai satu persatu mengenai keseriusan dalam bekerja. Akhirnya kelompok ini dapat disegarkan kembali, dengan struktur baru yang lebih ramping. Anggaran dasar pun lebih diperkuat dengan adanya addendum. “Lebih baik memulai dengan sedikit anggota yang berkualitas. Mungkin pada awalnya kita akan sedikit terlambat. Namun apabila kita sudah terbiasa dengan kerja yang kompak dan teratur, saya yakin selanjutnya akan lancar.” Begitulah harapan Jelly Karel, FO CKK komunitas Giet.(JKP)
Langganan:
Postingan (Atom)









